Kategori

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri materi majas. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri materi majas. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

2015/11/13

Materi Majas

A. Majas Perbandingan

Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca. Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas :

1) Simile
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. Berikut ini Espilen Blog sampaikan contoh majas asosiasi :

Contoh :
Semangatnya keras bagaikan baja.
Mukanya pucat bagai mayat.
Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara. Contoh majas metafora seperti berikut ini.

Contoh:
Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
Raja siang keluar dari ufuk timur
Jonathan adalah bintang kelas dunia.
Harta karunku (sangat berharga)
Dia dianggap anak emas majikannya.
Perpustakaan adalah gudang ilmu.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.

Contoh:
Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.

Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Alusio
Alusio : Alusio adalah majas yang menggunakan kata-kata berkaitan dengan peristiwa umum yang terjadi atau penggunaan kata yang umum dalam menunjukkan maksud.

Contohnya :
sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya,
kamu jangan kura-kura dalam perahu,
ceritakan semua hal tersebut dengan jujur.


B. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.


2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.


3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.


4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?

5) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.

Contoh:
a) Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.


6) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain

Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.


7) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!


C. Majas Perulangan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.


2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.


3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban


4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.


5) Aliterasi
Aliterasi : aliterasi adalah kata-kata yang memanfaatkan kata yang permulaannya sama dengan bunyinya.
Contohnya : Dara damba daku, datang dari danau.


C. Majas Pertautan

Pengertian majas pertautan adalah kata-kata kias yang bertautan dengan gagasan, ingatan.
Macam-macam majas pertautan

1) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh:
Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

2) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
    (a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
    (b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.

b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
    (a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
    (b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

3) Eufimisme
Eufimisme : eufimisme adalah majas yang menggunakan kata-kata sopan dan halus.

Contohnya :
Dimana saja bisa menemukan kamar kecilnya,
anak ibu lamban menerima pelajaran,
anak ibu tidak bodoh tapi hanya malas belajar.

4) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

Contoh:
a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.


5) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.


6) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?


Baca juga:

puisi ws rendra

puisi chairil anwar

makalah-penelitian

soal-peribahasa

soal-bahasa-indonesia-sma

2019/03/06

Latihan Majas

Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas sering kita jumpai pada puisi-puisi modern. Tetapi juga majas sering digunakan dalam sebuah cerita-cerita sastra atau juga pada pembicaraan dan percakapan sehari-hari. bahkan apabila kita mencermati sebuah berita atau artikel maka tidak jarang kita juga menemukan majas di dalamnya.

Baca juga:

materi+majas

puisi chairil anwar

puisi ws rendra


Sebutkan jenis majas pada kalimat-kalimat di bawah ini!


1.            Perjalanan hidup manusia seperti  sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

2.            Harga tiket masuk Taman Ria itu  Rp 100.000,00 per kepala.

3.            Semua orang di sekolah tidak ada yang menyukai si kikir itu.

4.            Wanita itu tertawa di dalam kesedihan yang dialaminya.

5.            Tak pernah ia lupa memasukkan cermin, sisir, bedak, lipstick ke dalam tasnya.

6.            Baik sehari, dua hari, sebulan bahkan setahun pun aku akan menantimu.

7.            Dua kakak beradik itu tidak pernah akur bagaikan  air dengan minyak.

8.            Diana suka membaca Marga T.

9.            Perjuangan ini hanya setitik air dalam samudera.

10.       Saat berada di dekatmu aku merasakan udara yang sama dengan udara kandang babi.

11.       Saya senang sekali berada di kota kembang ini.

12.       Susan sedih dan kecewa mendengar berita itu.

13.       Ombak berkejar-kejaran di tengah laut.

14.       Sekali aku bilang tidak, berarti memang tidak.
15.       Pembangunan lima tahun telah dilancarkan serentak di ibu kota Negara, ibu kota –ibu kota provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa di seluruh Indonesia.

16.       Keluarga itu sudah merasakan pahit dan manis kehidupan.

17.       Jenazahnya dikebumikan kemarin di TPU Tanah Kusir.

18.       “Rajin sekali kau, tugas dua bulan yang lalu baru dikumpulkan sekarang,” ujar Sonny kepada Adi.

19.       Keringat membanjiri tubuhnya.

20.       Tikus-tikus berdasi itu ditangkap petugas keamanan kemarin malam.
21.       Harga tiket masuk Taman Ria itu  Rp 100.000,00 per kepala.
22.       Semua orang di sekolah tidak ada yang menyukai si kikir itu.
23.       Wanita itu tertawa di dalam kesedihan yang dialaminya.
24.       Tak pernah ia lupa memasukkan cermin, sisir, bedak, lipstick ke dalam tasnya.
25.       Baik sehari, dua hari, sebulan bahkan setahun pun aku akan menantimu.
26.       Dua kakak beradik itu tidak pernah akur bagaikan  air dengan minyak.
27.       Diana suka membaca Marga T.
28.       Perjuangan ini hanya setitik air dalam samudera.
29.       Saya senang sekali berada di kota kembang ini.
30.       Susan sedih dan kecewa mendengar berita itu.





2015/04/06

Materi Kutipan

KUTIPAN

Kutipan dibagi menjadi:
Kutipan langsung (menggunakan tanda petik “…”)
Contoh: 
“Hikayat adalah jenis prosa, cerita Melayu lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau para orang suci disekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mirip cerita sejarah atau membentuk riwayat hidup.” (Dick Hartoko dan B. Rahmanto, 1985:59)

Kutipan tidak langsung
Contoh:
Dick Hartoko dan B. Rahmanto (1985:59) mengatakan bahwa Hikayat adalah jenis prosa, cerita Melayu lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau para orang suci disekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mirip cerita sejarah atau membentuk riwayat hidup.


Syarat menulis kutipan:

1. Kutipan harus sama persis dengan aslinya, baik ejaan, susunan kalimat, dan tanda baca.

2. Kutipan yang panjangnya kurang dari 5 baris diintegrasikan dengan teks, spasi dua, dan dibubuhi tanda kutip.

Contoh:


Ditilik dari sejarahnya, sastra tak bias lepas dari keberadaan sastra Melayu. 

Perkembangan sastra di Indonesia berawal dari sastra Melayu. Pada bab 

ini Anda akan membahas tentang salah satu bentuk sastra Melayu, yaitu 

hikayat. “Hikayat adalah jenis prosa, cerita Melayu lama yang mengisahkan 

kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau para orang 

suci disekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mirip cerita 

sejarah atau membentuk riwayat hidup” (Dick Hartoko dan B. Rahmanto, 

1985:59). Selain hikayat, ada bentuk lain seperti cerita panji, cerita 

berbingkai, tambo, epos, dan dongeng (fable, legenda, mite, sage, dan parabel).



3. Kutipan yang panjangnya 5 baris atau lebih tidak harus diberi tanda kutip, dipisahkan dari teks utama dengan jarak 2,5 spasi, jarak antarbaris satu spasi, serta seluruh kutipan diketik ke dalam 5-7 ketikan.

Contoh:


Ditilik dari sejarahnya, sastra tak bias lepas dari keberadaan sastra Melayu. 

Perkembangan sastra di Indonesia berawal dari sastra Melayu. Pada bab 

ini Anda akan membahas tentang salah satu bentuk sastra Melayu, yaitu hikayat.


     Hikayat adalah jenis prosa, cerita Melayu lama yang mengisahkan kebesaran
    dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau para orang suci di 
    sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mirip cerita sejarah 
    atau membentuk riwayat hidup. Contoh: hikayat Indera Bangsawan, hikayat
    Iskandar Zulkarnaen, hikayat Hang Tuah, dan hikayat Bayan Budiman.” 
    (Dick Hartoko dan B. Rahmanto, 1985:59)


Selain hikayat, ada bentuk lain seperti cerita panji, cerita berbingkai, tambo, 

epos, dan dongeng (fable, legenda, mite, sage, dan parabel).


4. Bila ada bagian yang dihapus, bagian ini diberi tanda titik-titik tiga buah (elipsis).
Contoh:

Ditilik dari sejarahnya, sastra tak bias lepas dari keberadaan sastra Melayu. 

Perkembangan sastra di Indonesia berawal dari sastra Melayu. Pada bab 

ini Anda akan membahas tentang salah satu bentuk sastra Melayu, yaitu

 hikayat. “Hikayat adalah jenis prosa, … mirip cerita sejarah atau 

membentuk riwayat hidup” (Dick Hartoko dan B. Rahmanto, 1985:59).

 Selain hikayat, ada bentuk lain seperti cerita panji, cerita berbingkai

, tambo, epos, dan dongeng (fable, legenda, mite, sage, dan parabel).


5. Tiap kutipan diberi nomor pada akhir kutipan dan penulisannya setengah spasi ke atas.

2019/10/29

Latihan Teks Hikayat Burung Cenderawasih


HIKAYAT BURUNG CENDERAWASIH
 
www.google.com

Sahibul hikayat telah diriwayatkan dalam Kitab Tajul Muluk, mengisahkan seekor burung yang bergelar burung cenderawasih. Adapun asal usulnya bermula dari kayangan. Menurut kebanyakan orang lama yang arif mengatakan ianya berasal dari syurga dan selalu berdamping dengan para wali. Memiliki kepala seperti kuning keemasan. Dengan empat sayap yang tiada taranya. Akan kelihatan sangat jelas sekiranya bersayap penuh adanya. Sesuatu yang sangat nyata perbezaannya adalah dua antena atau ekor ‘areil‘ yang panjang di ekor belakang. Barangsiapa yang melihatnya pastilah terpegun dan takjub akan keindahan dan kepelikan burung cenderawasih.
Amatlah jarang sekali orang memiliki burung cenderawasih. Ini kerana burung ini bukanlah berasal dari bumi ini. Umum mengetahui bahawa burung Cenderawasih ini hanya dimiliki oleh kaum kerabat istana saja. Hatta mengikut sejarah, kebanyakan kerabat-kerabat istana Melayu mempunyai burung cenderawasih. Mayoritas para peniaga yang ditemui mengatakan ia membawa tuah yang hebat.


www.google.com
  Syahdan dinyatakan lagi dalam beberapa kitab Melayu lama, sekiranya burung cenderawasih turun ke bumi nescaya akan berakhirlah hayatnya. Dalam kata lain burung cenderawasih akan mati sekiranya menjejak kaki ke bumi. Namun yang pelik lagi ajaibnya, burung cenderawasih ini tidak lenyap seperti bangkai binatang yang lain. Ini kerana ia dikatakan hanya makan embun syurga sebagai makanannya. Malahan ia mengeluarkan bau atau wangian yang sukar untuk diperkatakan. Burung cenderawasih mati dalam pelbagai keadaan. Ada yang mati dalam keadaan terbang, ada yang mati dalam keadaan istirahat dan ada yang mati dalam keadaan tidur.
Walau bagaimanapun, Melayu Antique telah menjalankan kajian secara rapi untuk menerima hakikat sebenar mengenai BURUNG CENDERAWASIH ini. Mengikut kajian ilmu pengetahuan yang dijalankan, burung ini lebih terkenal di kalangan penduduk nusantara dengan panggilan Burung Cenderawasih. Bagi kalangan masyarakat China pula, burung ini dipanggil sebagai Burung Phoenix yang banyak dikaitkan dengan kalangan kerabat istana Maharaja China. Bagi kalangan penduduk Eropah, burung ini lebih terkenal dengan panggilan ‘Bird of Paradise‘. Secara faktanya, asal usul burung ini gagal ditemui atau didapathingga sekarang. Tiada bukti yang menunjukkan ianya berasal dari alam nyata ini. Namun satu lagi fakta yang perlu diterima, burung cenderawasih turun ke bumi hanya di IRIAN JAYA (Papua sekarang), Indonesia saja. Tetapi yang pelik namun satu kebenaran burung ini hanya turun seekor saja dalam waktu tujuh tahun. Dan ia turun untuk mati. Sesiapa yang menjumpainya adalah satu tuah. Oleh itu, kebanyakan burung cenderawasih yang anda saksikan mungkin berumur lebih dari 10 tahun, 100 tahun atau sebagainya. Kebanyakkannya sudah beberapa generasi yang mewarisi burung ini.
Telah dinyatakan dalam kitab Tajul Muluk bahawa burung cenderawasih mempunyai pelbagai kelebihan. Seluruh badannya daripada dalam isi perut sehinggalah bulunya mempunyai khasiat yang misteri. Kebanyakannya digunakan untuk perubatan. Namun ramai yang memburunya kerana ‘tuahnya’. Burung cenderawasih digunakan sebagai ‘pelaris’. Baik untuk pelaris diri atau perniagaan. Sekiranya seseorang memiliki bulu burung cenderawasih sahaja pun sudah cukup untuk dijadikan sebagai pelaris. Mengikut ramai orang yang ditemui memakainya sebagai pelaris menyatakan, bulu burung cenderawasih ini merupakan pelaris yang paling besar. Hanya orang yang memilikinya yang tahu akan kelebihannya ini. Namun yang pasti burung cenderawasih bukannya calang-calang burung. Penuh dengan keunikan, misteri, ajaib, tuah.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1.   Sebutkan dan jelaskan bagian yang merupakan eksposisi (pengenalan)!
2.   Sebutkan dan jelaskan bagian yang merupakan komplikasi (pertikaian awal)!
3.   Sebutkan dan jelaskan bagian yang merupakan konflik (pertentangan)!
4.   Sebutkan dan jelaskan bagian yang merupakan puncak konflik (klimaks)!
5.   Sebutkan dan jelaskan bagian yang merupakan penyelesaian (falling action)!
6.   Sebutkan dan jelaskan tokoh-tokoh  beserta perwatakannya dalam teks tersebut!
7.   Sebutkan dan jelaskan amanat cerita dari teks tersebut!
8.   Sebutkan dan jelaskan nilai-nilai yang terdapat dalam teks tersebut!
9.   Sebutkan dan jelaskan latar cerita dari teks tersebut!
10. Sebutkan hal-hal mustahil dari cerita tersebut!


Baca juga:

materi majas

latihan majas

puisi ws rendra

puisi chairil anwar

2015/05/04

Latihan Puisi II

Ulangan Harian Kelas X Puisi

I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Pada-Mu Jua

Engkau seperti orang yang cemburu
Engkau bagai hewan yang ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
(Nyanyi Sunyi, Amir Hamzah)
Kata cakar dalam bait puisi Pada-Mu Jua dalam pembahasaan materi tersebut melambangkan ….
a. Kemarahan Tuhan        d. Ketajaman
b. Kekuatan        e. Kekukuhan hati
c. Kekuasaan Tuhan

2. Baris 1 dan 2 puisi di atas menggunakan majas …
a. Simile     c. metafora     e. antiklimaks
b. Personifikasi     d. hiperbola

3. Bunga mawar bunga melati
Ditabur orang di batu
Sungguh elok tanah airku ini
Walau jauh tetap kukenang
Tema puisi di atas adalah ….
a. Cinta tanah air       d. Cinta sesame manusia
b. Cinta kepada Tuhan       e. Keindahan alam
c. Kemanusiaan

4. Baris 4 puisi di atas mengandung citraan ….
a. Pencecapan       c. gerakan  e. pendengaran
b. Penglihatan       d. perasaan

5. Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah lembut
Puncak kelapa melambai-lambai
Di ruang angkasa awan bergelut
Puisi tersebut menggunakan majas ….
a. Metafora     c. Asosiasi          e. Litotes
b. Eufemisme     d. Personifikasi

6. Tuhan. Beri aku kekuatan
Menguasai diri sendiri, kesunyian
Dan keserakahan. Beri aku petunjuk selalu
Untuk memilih jalan-Mu, keridoan-Mu,
Amin.
Puisi di atas menggambarkan …
a. Keinginan seseorang tuk mendekatkan diri pada Tuhan.
b. Seseorang yang merasa dirinya tidak dekat pada Tuhan.
c. Seseorang yang ingin menjauhkan diri dari kesunyian.
d. Keinginan seseorang untuk bertobat.
e. Penyesalan seseorang karena dirinya jauh dari Tuhan.

7. Berikut ini adalah pesan yang tidak tersirat dalam puisi di atas, yaitu …
a. Manusia hendaknya selalu berdoa pada Tuhan.
b. Manusia hendaknya senantiasa mendekatkan diri pada Tuhan.
c. Manusia harus selalu memohon petunjuk pada Tuhan.
d. Menusia hendaknya senantiasa mengharap rido Tuhan.
e. Manusia hendaknya selalu memohon kekuatan.


8. Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Dating ke Salemba Sore itu
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Maksud puisi tersebut adalah ….
a. Menyatakan pengkhianatan mahasiswa
b. Berduka cita atas tewasnya mahasiswa
c. Mengungkapkan rindu dendam
d. Menunjukkan perjuangan mahasiswa
e. Menggambarkan demonstrasi mahasiswa

9. Kata “pita hitam” dalam puisi tersebut melambangkan
a. Kekecewaan        c. Kemuraman         e. Kesedihan
b. Kedukaan       d. Kesepian

10. Amanat puisi tersebut adalah ….
a. Kita turut berduka cita atas meninggalnya seseorang
b. Mahasiswa hendaklah berjuang
c. Kalau berduka perlu karangan bunga
d. Peristiwa penembakan seharusnya tidak terjadi
e. Mahasiswa berjuanglah sampai titik darah terakhir

11. Aku bicara padamu dalam hening
Hanya  jam dinding yang berdetak.
Baris ke 2 puisi di atas mengandung citraan ….
a. Pencecapan       c. Pendengaran        e. Penciuman
b. Penglihatan         d. Perasaan

12. Konvoi sejam lamanya menderu-deru
Api kavaleri memancar-mancar
Di roda rantai dan aspal
Secara urut, citraan pada puisi tersebut adalah ….
a. Pendengaran, pendengaran, penglihatan
b. Penglihatan, pendengaran, pendengaran
c. Penglihatan, penglihatan, pendengaran
d. Pendengaran, penglihatan, penglihatan
e. Perasaan, penglihatan, pendengaran

13. Ke manakah lari
Mencari api
Ketika bara hati
Padam tak berarti
Ke manakah pergi
Selain  mencuci diri
Makna konotatif kata mencuci diri adalah ….
a. Beribadah d. bertobat
b. Membasuh tangan e. Mandi
c. Membersihkan diri dari kotoran

14. Mereka memanen tuk tuan tanah
yang punya istana tanah
Keringat mereka menjelma jadi emas yang diambil
Oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa
Nilai yang terkandung dalam bait puisi tersebut adalah ….
a. Social     c. moral     e. kebangsaan
b. Budaya     d. ekonomi

15. Frasa ‘istana tanah’ puisi di atas mengandung majas
a. Metonimia       c. metafora      e. personifikasi
b. Ironi       d. litotes


II. Cermatilah puisi di bawah ini!

Burung-burung Enggan Bernyanyi Lagi

Bising gergaji mengoyak sepi
Dan hutan
Pohon-pohon tumbang
Mobil-mobil besar menggendongnya tergesa-gesa
Gunung dan lembah luka parah
Kulitnya terkelupas
Erang sakitnya merambah ke mana-mana

Burung-burung kehilangan dahan dan ranting
Enggan bernyanyi lagi
Bila pun ada tegur sapa di antara mereka
Tentulah pertanyaan yang menyesakkan:
Ke mana kita harus mengungsi?

Pohon-pohon merdu dan melata itu
Bukanlah tempat yang ideal
Kita perlu gunung yang yang teduh
Lembah yang indah
Bukan yang luka parah begini

(Mh. Sanusi Suryapermana)


a. Apakah tema puisi di atas!
b. Ceritakan isi puisi di atas!
c. Analisislah citraan setiap baris puisi di atas!
d. Analisislah majas yang ada pada puisi di atas!


* Selamat Mengerjakan*

2018/08/30

Unsur Pembangun Puisi

Unsur Intrinsik Puisi


www.pixabay.com


Puisi dibangun oleh unsur batin dan fisik (metode) sebagai berikut:

A. Unsur Batin/ Hakikat

1. Tema: tentang apa puisi itu berbicara, atau pokok pikiran yang dikemukakan.

2. Rasa  (feeling): perasaan penyair apakah susah/ sedih, senang/ bahagia, rindu, ragu,haru, kagum, hormat, belas kasihan, setia kawan, iba, kecewa, bimbang, dan sebagainya.

3. Nada (tone): suasana (indah, sacral, mengharukan, bersemangat, mencekam, kacau,  mejengkelakan, dan sebagainya) dan sikap penyair (sinis, kesal, menggurui, meremehkan, mengagungkan, dan sebagainya)

4. Pesan/ amanat: apa nasihat yang hendak disampaikan kepada pembaca, termasuk nilai-nilai apa yang hendak ditanamkan kepada pembaca. Pesan/ amanat puisi pada umumnya tersembunyi di balik tema atau susunan kata-kata yang diungkapkan. Namun demikian dengan memahami apa yang dikemukakan dan bagaimana rasa dan nadanya, pembaca akan dapat menangkap apa sesungguhnya maksud terselubung yang hendak disampaikan. Di samping amanat/ nasihat/ pesan sentral, tidak jarang sebuah karya bermuatan nilai- nilai yang layak dipetik /diteladani dari sudut pandang moral, kemanusiaan (humanism), budaya, ataupun secara religius/ agama.

B. Unsur Fisik/ Metode

1. Rima/ persajakan: persamaan- persamaan bunyi. Persamaan- persamaan bunyi vocal disebut asonansi, persamaan – persamaan bunyi konsonan disebut aliterasi. Persamaan bunyi bisa berada di akhir, tengah, atau di awal kata/ baris. Persamaan bunyi dengan suara- suara alam, misalnya: kokok, cicit, prit, pung, ketipang- ketipung, brak- bruk, sir, dagdigdug, hus,pus, pingpong,  gemerutuk, gemerincing, berdebam, dan sebagainya disebut onomatope.

2. Ritma/ irama: alunan naik turun, panjang pendek, atau keras lemah bunyi yang berulang- ulang atau beraturan sehingga membentuk keindahan. Ritma tercipta oleh adanya perimbangan jumlah frasa, kata, atau suku kata antarkalimat.

Contoh:
Pagiku hilang/ sudah melayang
Hari mudaku/ sudah pergi
Kini petang/ datang membayang
Batang usiaku/ sudah tinggi
(Ali Hasymi)

3. Dengan jumlah kata yang sama dan pemfrasaan yang sama, puisi tersebut menjadi lebih berirama. Dalam puisi-puisi baru, irama tidak hanya diciptakan melalui pemotongan baris seperti di atas, tetapi juga dengan pengulangan kata/ kalimat tertentu untuk mengikat/ menyatukan beberapa baris di belakangnya.

Contoh:
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu …
Tuhanku
Akuhilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing …
(Chairil Anwar)

4. Metrum/ matra: pengulangan tekanan pada posisi- posisi tertentu yang bersifat tetap. Dalam lagu metrum ditandai dengan baris birama, dan tekanan keras pada umumnya jatuh pada awal setiap birama.

5. Diksi: pilihan kata dan pembentukan ungkapan- ungkapan atau penggunaan symbol- symbol secara cermat dari segi bunyi maupun makna sehingga menjadi wahana ekspresi yang maksimal dan bernilai estetis. Karena tiap kata memiliki nuansa makna yang berbeda, kata- kata yang sudah tepat dalam suatu puisi biasanya sangat sulit diganti dengan kata lain.

Diksi erat kaitannya dengan penggunaan kata konkret (concrete word) untuk melahirkan imajinasi (citraan visual, auditif, perabaan, pencecap) yang tajam sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, menyentuh, dan /atau merasa.

Contoh:
Bersandar pada tali warna pelangi
  Kau depanku bertudung surya senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
                     (Chairil Anwar)

6. Gaya bahasa: ciri khas kebahasaan yang digunakan oleh penulis yang mencakup penggunaan struktur kebahasaan, pilihan kata, ungkapan, peribahasa/ bidal/ pepatah, pemakaian slank, dialek, kata arkaik, dan sebagainya. Pemilihan gaya erat kaitannya dengan kesan/ rasa yang akan dibangkitkan oleh penyair.

7. Majas: permainan bahasa untuk memperoleh efek estetis, untuk memaksimalkan ekspressi, serta untuk memperoleh kesan/ rasa tertentu.

Baca juga:

materi-menulis-puisi

materi-membaca-puisi-kelas-x

soal-pilihan-ganda-puisi-kelas-x

2018/06/04

SOAL PUISI KELAS X PG

SOAL PILIHAN GANDA PUISI KELAS X

16. Bacalah puisi berikut dengan saksama!
    sumber: pixabay.com
“Pada-Mu Jua”
Amir Hamzah
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang/kembali/aku/pada-Mu
Maksud baris puisi yang diberi tanda jeda di atas adalah..
A. pulang ke rumah orang tua
B. Setiap manusia kembali kepada penciptanya..
C. Kembali kepada kekasihnya yang dahulu.
D. Pulang dan akan kembali.
E. Pergi selama-selamanya.

17. Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Di mana pembangunan ini
Tuan hiduo kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bisa mati
………
(Diponegoro: Chairil anwar)
Makna yang terkandung dalam kutipan puisi tersebut adalah….
A. Sekarang ini Indonesia harus membangun semangat juang para pahlawan.
B. Jangan gentar menghadapi masalah pembangunan apa saja.
C. Semangat juang para pahlawan harus diteladani dalam membangun negeri.
D. Pedang dan keris adalah senjata yang ampuh digunakan untuk berjuang.
E. Pahlawan itu tidak boleh menyerah dan tidak boleh merasa gentar.

18. Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Tuhan telah menegurmu
Tuhan telah menegurmu dengan sopan
Lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara azan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menehan kesabaran
Lewat gempa bumi yang mengguncang
Deru angina yang meruang kencang
Hujan dan banjir yang melintang pukang
Adakah kau degar?
Apip Mustafa
Puisi di atas mengungkapkan….
A. manusia yang melupakan Tuhan
B. teguran Tuhan ada yang ringan dan berat
C. Manusia selalu ada dalam kasih sayang
D. Tuhan menegur manusia melelui bencana
E. Siksaan Tuhan akan datang bagi orang lupa

19. Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta
(Menyesal, A. Hasyim)
Kata meracun hati pada puisi di atas melambangkan….
A. kekesalan
B. kekhwatiran
C. kelalaian
D. keteledoran
E. kesususahan

20. Perhatikan kutipan puisi berikut!
hari masih pagi
semangat kita terlalu dini untuk mati
Amanat yang tersirat dalam puisi tersebut adalah....
A. jangan mau meracun hati
B. jadilah orang lalai di saat pagi hari
C. janganlah lalai di saat pagi hari
D. giat dan berprestasilah selagi muda
E. menyaksikan orang lain giat bekerja


41. Bacalah puisi berikut dengan saksama!
..............
Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami Menggunakan asma-Mu Bertahan di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisan-Mu
Taufiq Ismail
Hal yang diungkapkan penyair dalam puisi di atas....
A. permohonan untuk mernakai namanya
B. permohonan ampun kepada Tuhan
C. kemudahan dalam menyebut nama Tuhan
D. kemudahan dalam menerima seseorang
E. kerelaan untuk menerima yang bersalah

42. Pemuda adalah tulang punggung bangsa
Kalimat di atas bermajas....
A. perumpamaan
B. metafora
C. personifikasi
D. pleonasme
E. eufemisme

43. Dewi malam mulai memancarkan sinarnya.
Gaya bahasa di atas terdapat pula dalam kalimat …
A. Engkaulah belahan jantung hatiku
B. Hatinya menyala bagai bara api.
C. Mukanya pucat bagai bulan kesiangan
D. Kami selalu memakai pepsodent setiap kali kami menyikat gigi.
E. Suaranya menggelegar membahana memenuhi isi ruangan.

44. Perhatikan puisi berikut ini!
Jarak yang memisahkan kita
laut yang mengasuh hidup
nakhoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita
permata zamrut di khatulistiwa.
Majas yang terdapat dalam petikan puisi tersebut adalah ....
A. Paradoks
B. Personifikasi
C. Metafora
D. Litotes
E. Hiperbola

45. Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Tentang Pohon 3
gergaji tak penah berjanji kepada angin untuk mengembalikan pohon kepada burung
(Karya Sapardi Djoko Damono)
Tema puisi tersebut adalah ....
A. ketenagakerjaan
B. masalah lingkungan
C. keindahan alam
D. penanaman pohon
E. angin, pohon, dan burung

46. Cermati kutipan puisi berikut !
Saya tak mengerti
Tentang kematian
Tetapi mengerti sekali tentang diri
Tak mengenal benar akan kelahiran
Tapi sadar akan cinta
Makna yang terkandung dalam bait puisi tersebut adalah....
A. Apalah artinya diri, yang penting urusan mati
B. Penyair tidak tahu benar tentang kematian sehingga belum rela untuk mati
C. Yang lebih penting bukan urusan lahir atau mati, tetapi kehadiran diri dan cinta
D. Penyair tidak peduli pada lahir, mati, dan cinta
E. sadar akan kematian dan kelahiran sama dengan sadar akan kehadiran diri sendiri.

47. Perhatikanlah kutipan puisi berikut ini!
....
Dari selubung biru kita beranjak
pisah
Ketetapan hari tua rendah terpasar
duka
Bergelinding alir puisi dan tanah air
Puisi kaca ini meletakkan tapal setia
akhir
....
(Puisi "Tentang Hari Tua", Mansur Samin)
Kutipan puisi tersebut bercerita tentang....
A. kerinduan terhadap tanah air
B. masa lalu penulis yang suram
C. keinginan untuk kembali ke rumah
D. perjalanan menuju rumah
E. kemajuan peradaban manusia

48. Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Malam pekat
Bersembunyi di balik mimpi, raga
Pulas menanggung lelah
….
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi terebut adalah …
A. Kami dating tiba-tiba orang masih tertidur.
B. Gempa menggeliat, meliuk, robohkan setiap yang tegak.
C. Mereka tertidur dengan nyenyak sekali.
D. Musibah disinyalir bersumber dari Gunung Merapi.
E. Malapetaka menimpa desa terpencil.

49. Bacalah puisi berikut dengan saksama!

    Sumber: pixabay.com
Teratai
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri, laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o, teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman.
Biarpun engkau tak terlihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman.
Makna lambang bunga teratai pada larik puisi tersebut adalah ….
A. Seorang pengarang
B. Penjaga kebun
C. Orang tak dikenal
D. Tokoh pendidikan
E. Penjaga hati

50. Maksud puisi tersebut adalah …
A. Tokoh pendidikan Indonesia yang besar jasanya dan bersinar sepanjang masa.
B. Seorang tokoh pendidikan yang dikagumi sebagian kecil masyarakat.
C. Kerendahan hati seorang tokoh yang telah berjasa menjaga tanah airnya.
D. Seorang pahlawan yang tidak banyak dikenal oleh bangsanya sendiri.

E. Seorang pejuang yang telah mengharumkan dan menjaga tanah air Indonesia.

Baca juga:

materi-menulis-puisi

unsur-pembangun-puisi